Minggu, 18 Oktober 2009

ALPOKAT ( Persea gratissima Gaertn.)

tanaman obat
Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah, Walau bisa berbuah pada dataran rendah, tapi hasil akan lebih memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

KEGUNAAN Daging buah :
- Sariawan.
- Melembabkan kulit kering.

KEGUNAAN Daun:
- Kencing batu.
- Darah tinggi, sakit kepala.
- Nyeri syaraf.
- Nyeri lambung.
- Saluran napas membengkak (bronchial swellings).
- Menstruasi tidak teratur.

KEGUNAAN Biji:
- Sakit gigi.
- Kencing manis.

PEMAKAIAN :
Untuk minum: 3-6 lembar daun.
Pemakaian Luar: Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.

Penyakit Yang Dapat Diobati

Sariawan:
Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu.murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Kencing batu:
4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu,setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci laludirebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas.Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

Darah tinggi :
3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.

Kulit muka kering
Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut
mengering.

Sakit gigi berlubang
Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.

Bengkak karena Peradangan
Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.

Kencing manis
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok,kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat.Saring, minum setelah dingin.

Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.

Data penelitian:
Daun mempunyai aktivitas antibakteri dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E. Ramstad 1975).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar